Facebook. Didik Pratama (Ahmad Ridwan) Whatsapp. 08114341945 Instagram. Didik Pratama. Ahmad Ridwan Twitter. @didikpratama46 Youtube. Didik Pratama Ahmad Ridwan
Jumat, 21 Februari 2020
"Family"
Bapak pejuang namun luruh
Ibarat tupai meloncat sekali jatuh
Bunda bertarung lalu lempar handuk
Bagai topeng monyet dipaksa tunduk
Adinda punya muka ayu
Seperti panda nan lucu
Miliki keahlian molor selalu
Begitu terjaga memakan bambu
Kakanda jalani kehidupan
Sesak dari waktu ingusan
Sampai ini saat dewasa
Sosok bini belum nongol juga
Bangsa kecil dihuni kaum tersendiri
Serupa suku moken di atas perahu
Melaut dari lahir sampai mati
Semata berlangsung hasrat dan nafsu
Didik Pratama
2020
Selasa, 18 Februari 2020
"Tamparan"
Kawanan serigala menyangkak bulu
Bak pelan gerak jalan kura-kura
Menuju rawa habitat tempat beradu
Menjelang waktu malam
Lolongan kelompok Serigala
Bersahutan berikan tanda
Hadirnya teror dari alam
Prajurit jaga benteng diserbu
Sesekali dia melepaskan peluru
Malah bertambah ganas maju
Serigala kian garang memburu
Nyaris hilang tenaga
Tubuh bersimbah darah
Harapan pada agama
Tumbuhkan lagi akidah
Sudahlah wahai Prajurit.!
Barangkali kapalmu mesti berlabuh
Cukup lama kau sendiri berlayar
Juga sekarang ombak sedang riuh
Jangan bikin luka tambah lebar
Didik Pratama
2020
Senin, 17 Februari 2020
"Bayang Maut"
Kala aku berpijak bengong sendiri
Terlukis jelang kunjung kematian
Senantiasa hadir penuhi pemikiran
Dunia sekeliling mematung keadaan
Makin padat kandungan batu dan besi
Didik Pratama
2020
Jumat, 14 Februari 2020
"Yatim Piatu"
Melintasi gang sunyi suram sendirian
Dalam remang menerobos tanpa cahaya
Tak perduli pada setan gentayangan
Menakuti, mencegat dan menebar bahaya
Tangis tetapi diam sembunyi
Tak sudi insan lain iba
Pohon tegak tunggal dihantam angin kencang
Daun gugur namun erat akar mengikat bumi
Lagi datang badai berulang-ulang menerjang
Tidak jemu menunggu topan datang kembali
Hanya wejangan padat kerinduan
Mengingatkan Bapak Ibu telah berpulang
Selalu dikenang
Jadi sandingan
Jadi kawan
Jadi pasangan
Jadi tolan
Jadi setelan
Jadi amalan
Didik Pratama
2020
"Ibu"
Penalaran dimuat sama Ibu sekali waktu
Kecut hati terhadap dosa Ku lakukan padamu
Terbangun diri waktu sembahyang doakanmu
Didik Pratama
2020
Minggu, 09 Februari 2020
"Tanggung Jawab"
Rumah yang aku tempati
Tak sebagus tempo hari
Waktu aku seorang diri
Berdiam damai sendiri
Di pagi melihat kucing ngeri kawanan tikus
Tengah hari Kubu Tikus merasai upaya
Tiba petang Mereka Tikus leluasa rakus
Pada malam klan Tikus saling bela senggama
Tugas dari Sang Eigendom aku jalankan
Walau muara adalah Pertempuran
Rumah tempatku bersemayam
Tak seramah sebagaimana dahulu
Sekarang antara planet baku hantam
Ehh... Orang gila tak punya malu.!!!
Didik Pratama
2020
Kamis, 06 Februari 2020
"Kepada Hidung Belang"
Malam kian larut temanku bicara haluan fasik
Termakan lagi diri yang baru merangkak baik
Inikah Dunia ?
Menyajikan birahi pada perempuan
Lalu disusul deraian kekosongan
Atau malah penyesalan tak berkesudahan
Temanku sekarang apa sudah berhenti
Atau lagi terus berjalan pergi ?
Aku tak tahu mana lorong kau masuki
Sedang aku adakala berguyur wangi suci
Tapi sekali lagi.!
Kalau dengan godaan menista kita bersuka ria
Niscaya aku dan kamu adalah sama-sama buaya
2020
Selasa, 04 Februari 2020
"Pemuda"
Mengusung tekad maju demi kehidupan
Ngomongnya isyaratkan kukuh oleh pukulan
Kendati menanggung derita menimpa
Tatapannya kocak serta berceloteh habis
Tenggelamkan aku dalam lautan ensiklopedis
Sosok Pemuda dari pesisir masih berlayar
Bersama perahu mengarungi tidak gentar
Gelombang prahara dengan buas menerjang
Pun belum juga tampak tambatan girang
Sosok pemuda dari pantai memikul ambisi
Selagi bara jiwa berkobar
Tidak buntu jalan langkah di sini
Hingga saat tiba engkau modar
Didik Pratama
2020
Minggu, 02 Februari 2020
"Sebelum Akhir Hayat"
Jangan ingkari fatwa
Cari petunjuk atas Alquran
Biar tiba nafas penghabisan
Tiada menerima hukuman
Didik Pratama
2020
"Perayaan Dan Pagelaran"
Aku temui dengan salim
Selagi pementasan adat
Terus berangkat
Sambut seru penonton + tepuk tangan
Nona 2 gelaknya sampai ke awan
Didik Pratama
2020
Langganan:
Postingan (Atom)










