Jumat, 21 Februari 2020

"Family"


Bapak pejuang namun luruh
Ibarat tupai meloncat sekali jatuh
Bunda bertarung lalu lempar handuk
Bagai topeng monyet dipaksa tunduk

Adinda punya muka ayu
Seperti panda nan lucu
Miliki keahlian molor selalu
Begitu terjaga memakan bambu

Kakanda jalani kehidupan
Sesak dari waktu ingusan
Sampai ini saat dewasa
Sosok bini belum nongol juga

Bangsa kecil dihuni kaum tersendiri
Serupa suku moken di atas perahu
Melaut dari lahir sampai mati
Semata berlangsung hasrat dan nafsu


Didik Pratama
2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar